Selasa, 12 September 2017

#FaridaPunyaCerita : Antara Syarikat Islam, Ekonomi & Silaturrahmi


Menuntut ilmu adalah hukumnya wajib. Entah itu ilmu umum ataupun ilmu agama. Sejak kecil sampai sekarang,orang tua saya selalu ingin yang terbaik untuk saya entah itu urusan pendidikan atau yang lainnya. Orang tua saya tidak hanya menginginkan pendidikan umum yang baik untuk saya,namun orang tua saya juga menginginkan pendidikan agama yang baik untuk saya.

Sejak umur enam tahun,saya masuk sekolah TPQ (Taman Pendidikan Qur'an). Saya menyelesaikan kelas TPQ dari kelas 1-6 hanya 5 tahun saja. Alhamdulilah saya dulu lulus sekolah TPQ dan sudah diwisuda,kemudian saya masuk ke sekolah MDA (Madrasah Diniyah Awaliyah). Namun sayangnya,saya hanya menyelesaikan kelas 1-5 saja selama 5 tahun lamanya saat di MDA. Selain sekolah TPQ & MDA,saya juga diwajibkan mengaji Al-Qur'an. Setiap kali selesai sholat Maghrib saya selalu mengaji di tempat biasa saya mengaji. Kalau setelah shalat Isya' saya mengaji di musholla.

Hal yang tak terlupakan saat masa TPQ & MDA yaitu setiap kali tahun ajaran baru maka akan diselenggarakan acara Akhirussanah. Akhirussanah diadakan untuk merayakan hari setelah penerimaan raport. Saat Akhirussanah akan terjalin silaturrahmi antara anak didik,wali murid dan juga para guru. Selain itu,acara Akhirussanah dimanfaatkan juga sebagai ladang rejeki yaitu dengan berjualan es campur atau es dawet saat acara Akhirussanah berlangsung. Dengan begitu,para warga pun akan senang karena dengan berjualan bisa mendapatkan uang.

Sumber Foto : Koleksi Pribadi (Syahadah Lulus TPQ)

Setelah lulus SMP,sebenarnya saya harus masuk pondok pesantren dan sekalian sekolah SMK karena pondok pesantren dan SMK jadi satu tempat. Namun saya menolak,walaupun sekarang saya agak sedikit menyesal karena saya tidak menuruti keinginan orangtua saya agar masa depan saya lebih baik.

Selagi masih muda saya ingin sekali mencari ilmu sebanyak mungkin. Entah itu ilmu agama atau ilmu umum. Sebab kalau kita pandai maka kita bisa membagikan ilmu yang kita punya kepada orang lain. Selain itu,kalau kita pandai maka kita bisa berkarier di bidang yang kita inginkan sehingga kita bisa bahagia dan tentunya mendapat pendapatan yang bisa memenuhi segala kebutuhan kita sehari-hari.

Selain itu,di kampung saya ada beberapa kegiatan yang berkaitan dengan ekonomi dan silaturrahmi  yaitu :

1. Sinoman

Sinoman adalah salah satu tradisi dimana para warga bergantian dan tolong menolong dengan cara meminjamkan barang-barang sembako saat ada tetangga yang akan menggelar pesta pernikahan atau pesta sunatan. Nah,kemudian jika warga yang memberi pinjaman berupa sembako tersebut ingin menggelar acara pernikahan atau acara sunatan maka warga yang dipinjami sembako tersebut harus mengganti sembako yang ia pinjam kepada yang meminjami sembako tadi. Manfaat dari Sinoman adalah kalau kita belum punya uang untuk membeli sembako maka para warga akan menolong dengan meminjami sembako yang dibutuhkan dan ini juga sangat bermanfaat karena juga bisa menjalin silaturrahmi.


2. Rewang atau Lagan

Rewang atau Lagan adalah tradisi gotong royong dalam mensukseskan sebuah hajatan atau acara besar seperti acara pernikahan,acara sunatan dan acara yang lainnya. Para warga bahu membahu saling tolong menolong sehingga akan tercipta kerukunan dan terjalin silaturrahmi. Biasanya Rewang atau Lagan dilakukan para ibu-ibu,bapak-bapak dan para anak muda.

Sumber Foto : Koleksi Pribadi (Pesta Pernikahan Sepupu Saya)

3. Arisan & Mengaji

Semenjak ibu sakit sayalah yang sering menjadi pengganti ibu untuk berangkat arisan. Arisan di kampung saya acaranya sederhana saja,hanya ada krupuk yang menjadi ciri khas arisan. Namun ada yang berbeda selain acara arisan yang hanya mengumpulkan uang untuk dibagi saja. Yaitu setelah arisan maka akan ada acara mengaji. Biasanya membaca Surat Yasin.

Selain arisan dan mengaji ada juga kegiatan menabung selama 1 tahun dan tentunya tidak dikenakan biaya administrasi seperti di bank. Ada dua jenis tabungan yaitu tabungan paket sembako dan tabungan yang berupa uang. Biasanya tabungan akan dibagikan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Ada juga program peminjaman uang yang juga tidak dikenakan biaya sama sekali. Hanya dipotong uang kas saja. Kalau uang kas sudah terkumpul banyak maka uang kas akan digunakan untuk wisata halal ke berbagai kota di provinsi Jawa Tengah. Para warga di kampung saya sangat senang karena bisa arisan,mengaji,menabung dan meminjam uang karena memang sedang membutuhkan uang dan juga bisa menjalin silaturrahmi dengan sesama warga.

4. Sewelasan

Acara sewelasan adalah kegiatan mengaji sekaligus sebagai wadah silaturrahmi. Acara sewelasan dilaksanakan pada tanggal 11 setiap bulannya karena dalam bahasa Jawa,sewelas adalah sebelas. Forum sewelasan biasa dilaksanakan oleh kaum bapak-bapak di kampung saya. Acara sewelasan bukan hanya acara mengaji dan silaturrahmi saja,namun acara sewelasan juga sebagai wadah untuk membagikan informasi terbaru di kampung saya.

5. Organisasi remaja putra & putri

Sejak terbentuknya organisasi remaja putra & putri di kampung saya membawa dampak positif bagi para remajanya. Para remaja mulai menjalin silaturahmi satu sama lain dan tentunya bisa mempererat tali persaudaraan. Setiap kali ada acara wisata halal pasti akan ada uang sisa atau uang kas. Uang tersebut biasanya digunakan untuk kebutuhan mendadak misalnya saat menjenguk salah satu anggota yang sakit dan dirawat di rumah sakit. Sehingga dengan cara tersebut saya dan para remaja di kampung saya bisa lebih hemat.

Bicara organisasi saya jadi ingat dengan organisasi Syarikat Islam. Apakah kalian sudah mengetahui apa itu organisasi Syarikat Islam?
Syarikat Islam adalah salah satu organisasi kemasyarakatan tertua di Indonesia yang ikut meletakkan pondasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Syarikat Islam akan kembali berperan di tengah kehidupan masyarakat kita dengan fokus pada bidang pendidikan & penguatan ekonomi umat. Dengan ekonomi yang kuat,Umat Islam akan mandiri & berdaya.



Lalu,bagaimanakah sejarah berdirinya Syarikat Islam? Dahulu Syarikat Islam dikenal dengan nama Sarekat Dagang Islam yang didirikan oleh Haji Samanhudi pada tanggal 16 Oktober 1905,Sarekat Dagang Islam merupakan organisasi pertama yang lahir di Indonesia dan merupakan perkumpulan pedagang-pedagang Islam yang menentang masuknya pedagang asing yang ingin menguasai ekonomi rakyat. Tujuan berdirinya organisasi Syarikat Islam adalah Membangun persaudaraan,persahabatan dan tolong menolong di antara muslim dan mengembangkan perekonomian rakyat.


Tulisan ini diikutsertakan dalam #BlogCompetition #SyarikatIslam Kemandirian Ekonomi Umat

Referensi gambar & tulisan :

https://syarikatislam.or.id/ [diakses pada tanggal 12 September 2017]ė

0 komentar:

Posting Komentar

 

Rumah Pelangi Template by Ipietoon Cute Blog Design and Homestay Bukit Gambang