Kamis, 15 Juni 2017

Lumpia Mini Kini Bisa Dinikmati Di Kota Santri


Dulu,waktu saya masih duduk di bangku SMP saya masih dalam tahap belajar memasak. Mungkin karena saya sudah aqil baligh maka saya harus dan dipaksa untuk belajar memasak. Kadang saya merasa sedih saat subuh ibu sudah bangun untuk memasak dan setelah itu pergi ke pasar. Setelah dari pasar ibu langsung ke sawah sampai sore. Berawal dari situlah saya banyak belajar dari ibu saya kalau jadi seorang wanita apalagi seorang ibu rumah tangga itu harus bisa memasak,bisa bekerja dan bisa mengurus anak-anaknya serta bisa mengatur waktu dengan baik. Berawal dari situ saya harus banyak belajar dengan ibu saya,mulai memasak sampai banyak hal lainnya.

Kalau masak air saya bisa. Bisa banget malahan...hehehe. Waktu itu pertama kali saya memasak sayur bayam dan tempe goreng. Sayur bayamnya enak tapi tempe gorengnya gosong. Aduuhai sekali ya. Wajarlah itu untuk pertama kali saya memasak. Pernah juga masak nasi dan nasinya gosong. Kalau waktu itu saya dan ibu masaknya pakai pawon alias tungku kayu karena memanfaatkan kayu-kayu yang tak terpakai karena harga minyak tanah & gas elpiji mahal. Sampai sekarang pun juga sering memasak menggunakan kayu agar menghemat pengeluaran.

Bicara masakan dan makanan saya jadi teringat kalau setiap daerah punya makanan khasnya masing-masing. Salah satu makanan khas yang saya sukai adalah Lumpia. Apa sih itu Lumpia dan bagaimana asal usulnya. Yuk simak ulasan berikut ini :

Lumpia adalah jajanan tradisional khas Tionghoa. Lumpia terdiri dari lembaran tipis tepung gandum yang dijadikan sebagai pembungkus isian yang umumnya adalah rebung, telur, sayuran segar, daging sapi,dan daging ayam.

Tahukah anda julukan kota Lumpia itu julukan kota Mana? Jawabannya adalah kota Semarang. Lumpia Semarang adalah makanan semacam rollade yang berisi rebung, telur, daging sapi,daging ayam dan udang.

Cita rasa Lumpia semarang adalah perpaduan rasa antara Tionghoa dan Indonesia karena pertama kali dibuat oleh seorang keturunan Tionghoa yang menikah dengan orang Indonesia dan menetap di Semarang, Jawa Tengah.

Sepanjang jalan di kota Semarang banyak kok yang jual Lumpia. Jadi anda tak usah khawatir untuk mencicipi makanan khas Semarang ini. Namun,saya kadang merasa agak jauh gitu kalau ke Semarang. Harus naik angkot dulu,trus naik BRT. Kan repot ya? Mau buat Lumpia sendiri tapi takut rasanya tidak enak. Terus gimana ya? Namun kini saya tak bingung lagi karena di kota saya yang mendapat julukan kota santri,kini sudah ada penjual Lumpia. Lumpianya juga versi mini jadi tak menguras isi dompet.

Lumpia Mini yang ada di kota Kendal tepatnya di Jalan Laut Kendal di depan warung bu Bagyo dan buka mulai sore hari sampai malam hari. Letaknya dekat dengan RSUD Dr. Soewondo Kendal. Lapak Lumpia mini warnanya pink dan terlihat cantik sama seperti pemiliknya yang berwajah cantik dan punya wajah baby face. Pemilik lapak Lumpia Mini di Kendal adalah teman saya waktu SMK yang bernama Alfiyatu Rohmaniyah yang biasa dipanggil Nia. Setelah di PHK dari salah satu butik di Kendal,maka Nia memutuskan untuk membuka usaha dengan berjualan Lumpia Mini. Dulu saat masih SMK,Nia memang sering dapat nilai bagus saat pelajaran Kewirausahaan. Kalau disuruh bikin makanan kreatif pun Nia memang ide-idenya bagus.

Lumpia Mini ini ada berbagai macam isi,ada Lumpia mini isi daging ayam,Lumpia mini isi daging sapi,dan Lumpia mini isi udang. Rasanya pun enak dan lezat. Harganya pun sangat terjangkau hanya tiga ribu Rupiah saja kita sudah dapat satu Lumpia Mini. Rasa lezat harga hemat kan? Lumpia Mini juga menerima pesanan dan kalau mau pesan tinggal sms saja ke 087815061640.
Maka dari itu,kalau ke kota Kendal jangan lupa ya untuk membeli Lumpia Mini sebagai oleh-oleh.




Saat ada pesta pernikahan,Lumpia Mini juga sering dijadikan sebagai hidangan untuk para tamu undangan yang hadir. Selain itu,kota Kendal juga punya oleh-oleh khas seperti kerupuk tayamum dan kerupuk petis. Penasaran apa itu kerupuk tayamum dan kerupuk petis? Maka dari itu,saat ke Kendal jangan lupa untuk membeli oleh-oleh khas kota Kendal berupa kerupuk petis dan kerupuk tayamum. Kerupuk tayamum bisa dibeli di depan Masjid Kaliwungu. Kalau kerupuk petis bisa dibeli di Sijeruk yang letaknya sebelah selatan alun-alun kota Kendal.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba #FoodieWritingKreatifood

Sumber :

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Lumpia [diakses pada tanggal 14 Juni 2017]

6 komentar:

  1. lumpia itu sejenis risol kah ???

    BalasHapus
  2. bukan kak. Tapi bentuknya hampir sama. Kalau risoles isinya kan bihun. kalau Lumpia isinya daging ayam + rebung

    BalasHapus
  3. Wah ada lumpia mini hehe. Lumpia enak, anak-anakku juga suka lumpia, padahal nggak suka sayur, tapi kalo dibikin lumpia mereka mau.

    BalasHapus
  4. iya mbak. Lumpia memang enak rasanya.

    BalasHapus
  5. iya kakak. Selain enak juga ramah di kantong kak.

    BalasHapus

 

Rumah Pelangi Template by Ipietoon Cute Blog Design and Homestay Bukit Gambang