Sabtu, 31 Desember 2016

#FaridaPunyaCerita : Do'a Untuk Emakku Tercinta

You are my sunshine
You are my hero
You are my wonder woman
You are my teacher
You are my strength

Begitulah kiranya sosok emak bagi saya. Di desa saya sangat jarang ada yang memanggil ibunya dengan panggilan "ibu". Di desa saya kalau memanggil ibu ya panggilannya "Mak" atau "Mak'e". Saya juga memanggil ibu saya dengan panggilan "Mak" & "Mak'e".
Bicara tentang ibu mungkin tidak akan ada habisnya. Sebab ibu adalah sosok yang sangat penting bagi kita. Ketika saya kecil,ibulah yang senantiasa merawat dan menyayangi saya sepenuh hati. Waktu saya masih kecil banyak sekali cerita-cerita bersama ibu saya dan jika saya mengingatnya pastilah air mata keluar dari mata saya alias saya menangis. Saya ingat waktu saya pertama kali masuk sekolah dasar saya tidak diantarkan ibu ke sekolah karena ibu ada banyak pekerjaan. Kemudian saya juga selalu disuapi makanan saat makan pagi,makan siang atau makan malam hingga saya duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar. Selanjutnya adalah ketika saya wisuda TPQ. Ibu menunggu saya sampai acara wisuda tersebut. Dan selanjutnya adalah ketika peringatan hari Kartini. Ibu rela mengayuh sepeda dari rumah sampai ke pasar Srogo yang jaraknya kurang lebih 3 KM. Dan aku senang sekali karena dibelikan baju kebaya dan kain warna ungu untuk digunakan sebagai busana pada peringatan hari Kartini di sekolah saya.

Saya bangga dengan ibu saya,beliaulah yang merawat dan menyayangi saya dengan sepenuh hati selama dua puluh tahun ini. Hal yang paling dan sangat membuat ibu sedih adalah pada tanggal 14 Juli 2007 karena kepergian ayah untuk selama-lamanya. Ayah meninggal karena terkena sakit liver. Ibu sangat sedih dan terpukul atas meninggalnya ayah.

Ibu harus mengurus saya,dan ke empat kakak saya setelah kepergian ayah. Saya sangat bersyukur karena ibu masih saja menyayangi saya. Ibu lah yang merawat dan mengurus serta menyekolahkan saya dari kelas enam sekolah dasar hingga sekolah menengah kejuruan. Tapi hal yang membuat saya sedih adalah saat ibu terkena penyakit.

Sebenarnya saat aku masih kecil,ibu tidak boleh KB karena ibu punya penyakit varises. Kata bu bidan nanti saat ibu berusia 40 tahun kaki ibu akan terkena sesuatu. Tapi ibu lupa sesuatu itu apa. Tapi ibu tetap saja KB dan tidak memperdulikan hal tersebut. Ibu punya alasan tersendiri kenapa ibu harus KB. Ternyata alasannya adalah ibu takut kalau hamil lagi dan saya punya adik. Ibu sudah punya lima anak dan tidak berkeinginan punya anak lagi.

Ternyata Ibu sangat menginginkan mempunyai anak perempuan. Karena empat orang anak ibu adalah semuanya berjenis kelamin laki-laki. Ibu & ayah terus berusaha supaya mempunyai anak perempuan. Usaha ibu & ayah tak sia-sia hingga akhirnya ayah & ibu diberi anugerah & amanah mempunyai seorang anak perempuan yaitu saya.

Sudah lima tahun lamanya ibu sudah tidak bisa bekerja lagi sebagai buruh tani tandur & matun. Saya sangat sedih karena ibu terserang banyak penyakit seperti asam urat tinggi,tekanan darah (hipertensi),kolestrol jahat hingga ibu tidak bisa jalan dengan lincah seperti dulu lagi. Hingga sampai sekarang kalau ibu ingin berjalan ibu harus memakai alat bantu tongkat dari kayu. Kalau ibu jalan keluar rumah maka ibu harus memakai tongkat kayu tersebut dan harus istirahat sebentar agar bisa melakukan perjalanan selanjutnya.

Hari Raya Idul Fitri beberapa bulan yang lalu adalah hari yang paling dan sangat menyedihkan bagi saya,ibu dan seluruh keluarga kami. Menjelang lebaran kira-kira dua hari sebelum hari raya ibu mendadak merasa sangat pusing dan tekanan darahnya mencapai 210/80. Saya sangat kaget hingga akhirnya ibu harus rawat inap di Puskesmas Kalibendo Kaliwungu. Saya dan kakak bergantian menunggui ibu. Beberapa saudara pun datang untuk menjenguk ibu. Saat itu juga saya mendengar suara takbir yang berkumandang di sekitar Kaliwungu. Hari itu adalah hari lebaran hari dimana hari kemenangan,hari kebahagian,dan hari bermain petasan. Tapi saat itu beda. Saya harus menunggui ibu saya di Puskesmas. Ba'da Isyak saya pulang ke rumah. Di rumah,saya malah tidak bisa tidur hingga jam empat pagi. Masih saja wajah ibu selalu dan seperti serta terbayang di depan mata. Ah sedih rasanya. Sulit diungkapkan dengan kata-kata. Esok harinya saya bersalaman dengan para tetangga untuk saling memaafkan. Tiba-tiba saja handphoneku berbunyi dan ibu harus di rujuk ke RSUD Kendal. Saya akhirnya meminta bantuan kepada kakak dan sepupu untuk menyusul ibu. Ibu selama dua hari dirawat di Puskesmas Kalibendo Kaliwungu dan dirawat selama delapan hari di RSUD Kendal. Akhirnya kesehatan ibu membaik dan tekanan darah tingginya turun menjadi 110/80. Lega dan bahagia rasanya karena kesehatan ibu sudah membaik dan ibu sudah dibolehkan pulang. Alhamdulilah.

Setelah pulang dari rumah sakit,keadaan ibu malah tambah parah. Tapi lama-kelamaan kesehatan ibu terus membaik tapi tetap saja kakinya tidak bisa sembuh seperti dulu. Saya hanya berharap dan selalu berdo'a semoga ibu sembuh dan sehat,panjang umur,dan bisa melihat saya menikah dan punya anak. Amiiin.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Giveaway Tema Hari Ibu & Ulang Tahun yang Ke - 4 Blog nya kak Yoga Akbar Sholihin
@ketikyoga

3 komentar:

  1. Okeee. Naik sepeda 3 KM itu lumayan banget pegelnya. Perjuangan tuh demi bisa membelikan baju untuk acara Hari Kartini.

    Mendadak sedih pas baca kepergian ayahmu. Turut berduka cita, ya. :')

    Semoga ibunya bisa sehat selalu ya, dan bisa tersenyum berbahagia ketika melihatmu menikah dan punya anak. Aamiin. :)

    BalasHapus
  2. Thank's for visiting my blog kak :D

    BalasHapus
  3. semoga ibu diberi kesehatan ya mbak ... dan tetap semangat plus selalu tersenyum ...


    salam kenal mbak

    BalasHapus

 

Rumah Pelangi Template by Ipietoon Cute Blog Design and Homestay Bukit Gambang