Rabu, 26 Oktober 2016

#FaridaPunyaCerita : Meneropong Pendidikan Desa Kertomulyo

Ibuku pernah bercerita tentang masa kecilnya yang hanya mengenyam pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah selama satu hari saja. Penyebabnya adalah teman-temannya sangat nakal. Sehingga ibu saya takut untuk sekolah lagi. Berbeda dengan almarhum ayah saya yang dulu sekolah di Sekolah Dasar. Ayah saya rajin berangkat sekolah karena setiap hari diberi susu bubuk coklat. Kata ibu dulu sekolah itu tidak terlalu penting. Sekolah ataupun tidak sekolah orang tua tidak akan melarang atau memarahi. Sekolah atau tidak sekolah itu sama saja. Yang terpenting adalah orang tua bisa memberi makan dan menghidupi anak-anaknya. Almarhum Ayah dan ibuku rajin juga hlo berangkat sekolah sore atau taman pendidikan Al-Qur'an sampai ke jenjang MDA ( Madrasah Diniyah Awaliyah).

Di Indonesia kesadaran orang tua untuk menyekolahkan anaknya kurang. Dimana anak tak boleh sekolah dikarenakan tidak ada biaya. Sehingga anak harus membantu orang tua bekerja. Namun perkembangan pendidikan di Indonesia dari tahun ke tahun berangsur-angsur membaik. Banyak didirikan sekolah swasta maupun negeri di berbagai tempat. Pemerintahpun banyak berperan dalam mencerdaskan anak-anak di Indonesia. Pemerintahpun memberikan bantuan kepada siswa yang kurang mampu secara ekonomi agar anak-anak di Indonesia bisa meneruskan pendidikannya dan menggapai cita-citanya. Tapi pada saat pembagian BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dan kartu Indonesia pintar menurut saya pembagiannya kurang tepat,karena seringkali bantuan BOS dan kartu Indonesia pintar salah sasaran. Contohnya saja saya dulu waktu di sekolah dasar. Saya tidak pernah mendapat bantuan apapun saat saya masih duduk di bangku sekolah dasar. Dikarenakan pekerjaan ayah saja adalah seorang petani. Sedangkan tetangga saya sebelah rumah pekerjaan ayahnya adalah seorang nelayan sehingga tetangga saya tersebut mendapatkan bantuan. Di desa saya jika kepala keluarga seorang petani maka dianggap orang kaya,karena punya sawah sendiri. Berbeda dengan buruh tani yang hanya menggarap sawah orang lain dan tidak punya sawah sendiri. Padahal petani belum tentu orang kaya dan sawahnya pun belum tentu luas. Saya juga tidak tahu kenapa tetangga saya itu selalu dapat bantuan padahal pekerjaan ayahnya nelayan dan termasuk dalam kategori orang mampu secara ekonomi. Ayah saya memang seorang petani. Tapi ayah saya bukan orang kaya. Sawah milik ayah saya tidak luas. Sawah yang tidak luas itu sering kali tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan ayah,ibu aku dan keempat saudaraku. Sehingga ibu juga harus bekerja keras membantu ayah untuk menghasilkan uang. Yaitu ibu bekerja matun dan tandur (Mencabut tanaman pengganggu padi dan menanam padi). Mungkin benar kata pepatah jawa yang berbunyi "kebo kabotan sungu". Yang artinya orangtua kesusahan kalau mempunyai banyak anak.

Di kutip dari wikipedia Indonesia,
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Kendal

Sektor pendidikan di Kabupaten Kendal terdiri dari berbagai macam. Dari mulai pendidikan formal, informal, dan non formal. Hampir disetiap Kecamatan terdapat sarana dan prasarana pendidikan. Terkait dengan pendidikan fomalnya, di Kabupaten ini telah memiliki ratusan TK dan Sekolah Dasar atau yang sederajat. Demikian pula dengan SMP atau yang sederajat, semua kecamatan di kabupaten ini terdapat SMP atau yang sederajat. Demikian pula dengan pendidikan menengah. Di Kabupaten kendal pada awal tahun 2008 memiliki 30 SMA yang terdiri dari 14 SMA Negeri dan 16 SMA Swasta. Berdasarkan program yang dibuka dari 30 sekolah terdapat 4 sekolah yang memiliki program lengkap IPA, IPS dan Bahasa adalah : (1) SMA 1 Kendal, (2) SMA 1 Boja, (3) SMA 1 Weleri, dan (4) SMA 1 Sukorejo. Sedangkan pendidikan menengah kejuruan (SMK) memiliki 22 SMK yang terdiri dari 5 SMK Negeri dan 13 SMK Swasta dan 2 SMK kelas jauh di Pondok pesantren. Untuk tingkat sekolah menengah pertama di kabupaten kendal memililik SMP yang berstatus RSBI yaitu Rintisan Sekolah Berstandar Internasional. SMP RSBI di kabupaten Kendal ada dua yaitu : (1) SMP Negeri 1 Weleri dan (2) SMP Negeri 2 Kendal.

Pendidikan di desaku dari tahun ke tahun mengalami perkembangan. Tahun 1996 telah berdiri SMPN 2 Brangsong di desa Kertomulyo. Sekolah ini dikatakan sekolah mewah alias mepet sawah. Sekolah ini merupakan sekolah menengah pertama yang berstatus negeri di kawasan kecamatan Brangsong bagian selatan dan menjadi satu-satunya sekolah menengah pertama berstatus negeri hingga sampai saat ini. Berkat adanya SMPN 2 Brangsong ini sangat terasa sekali manfaatnya bagi masyarakat sekitarnya. Karena si siswa tidak harus sekolah ke Kaliwungu atau Brangsong sebelah utara untuk  bersekolah di sekolah negeri. Lima tahun terakhir ini jalan menuju SMPN 2 Brangsong sangatlah tidak layak disebut jalan. Jalannya seperti sungai. Bolong di sana sini. Orang yang lewat pasti mengeluh kalau lewat jalan ini. Perjuangan anak sekolah dan orang-orang yang lewat jalan ini sungguh luar biasa. Jalannya kalau terkena air hujan pasti seperti bubur candil tedhak siti. Tapi alhamdulilah sekarang jalannya sudah diberi kerikil dan akan dicor dalam beberapa hari ke depan. Setelah lima tahun menikmati jalan yang mirip sungai itu akhirnya sekarang akan diperbaiki juga. Alhamdulilah....

Foto dari IG : Wulaningsih (@wulanlan8)

Tahun 2001 adalah tahun yang buruk bagi kami para anak-anak yang berusia 5 tahun. Karena di desa Kertomulyo tidak ada taman kanak-kanak. Hanya anak-anak orang kaya dan mampu yang bisa bersekolah TK dikarenakan taman kanak-kanak hanya ada di desa Sidorejo pada saat tahun itu. Berangkat sekolahnya pun harus naik becak karena jaraknya jauh. Lambat laun di desaku akhirnya ada taman kanak-kanak yaitu TK Kusuma desa Kertomulyo. Pertama kali TK Kusuma Kertomulyo berlokasi di gedung aula atau gedung pertemuan atau pendopo balai desa Kertomulyo. Setelah itu TK Kusuma Kertomulyo berkembang dan sekarang sudah mempunyai gedung sekolah sendiri. Yaitu di sebelah barat SDN 1 Kertomulyo.

Tak hanya taman kanak-kanak saja yang dibangun. Tapi PAUD pun didirikan di desaku Kertomulyo. Yaitu PAUD Semesta Kertomulyo yang beralamat di dukuh Tabak Wetan RT 03 RW 07 desa Kertomulyo. Pendiri PAUD adalah pasangan suami istri yaitu bapak Ridwan dan ibu Nurul Lisangadah S.pdI. Berkat mereka anak-anak usia balita di desa saya jadi pintar bernyanyi dan menari. Pertama kali pembukaan PAUD ini tidak dipungut biaya apapun selama satu tahun. Namun tahum berikutnya ada biaya bulanan yaitu SPP senilai Rp.15.000; Ada juga penambahan tenaga pendidik di PAUD ini yaitu bunda Lestari dan bunda Kodaroh.

Di desa Kertomulyo juga ada LPK (Lembaga Pelatihan Kerja) Seroja. LPK ini mempunyai kursus jahit utamanya. Lulusan LPK ini langsung bisa bekerja di perusahaan garmen di Semarang. Biaya Rp.500.000; dilatih sampai bisa handal dalam menjahit. Kalau sedang ada program dari disnakertrans kota Kendal maka kursus ini tidak dipungut biaya biasanya.

Postingan ini diikutsertakan dalam lomba GPR Blog Competition 2016
For more information please klik this link http://potret.kitaindonesia.id

Minggu, 23 Oktober 2016

#FaridaPunyaCerita : Sedikit Cerita Tentang Kanker Payudara

Akhir-akhir ini saya sering mendengar banyak orang yang mengucapkan kata "kanker". Entah itu di sekitar rumahku atau di televisi bahkan sosial media. Kanker itu apa sih? Banyak yang bilang kanker itu adalah sel ganas yang menyerang tubuh manusia. Kalau begitu kanker payudara adalah sel ganas yang menyerang payudara begitu pikirku. Dulu sewaktu aku masih duduk di bangku SMP aku melihat tanteku sedang melepas branya ketika hendak tidur. Aku penasaran, kenapa ya kok dilepas branya? Lalu aku bertanya pada tanteku tersebut kenapa branya harus dilepas ketika hendak tidur. Kata tanteku biar payudaranya bisa bernafas dan istirahat. Aku berfikir lagi. Hlo kok payudara bernafas? Lalu aku tanya lagi sama si tante. Ternyata maksud si tante adalah supaya payudara bisa leluasa dan nyaman. Sejak saat itu aku sering melepas bra ketika hendak tidur. Kadang aku malah sering lupa untuk melepas bra.

Waktu aku masih duduk di bangku SMK. Temanku sakit,karena dia merasakan sakit saat jam istirahat maka segeralah temanku ijin untuk periksa ke puskesmas. Setelah pulang periksa dari puskesmas temanku menangis dengan kencangnya. Ternyata temanku terkena kanker payudara. Ada benjolan-benjolan di payudaranya. Aku kaget dan ikut mengeluarkan air mata. Teman-teman perempuan satu kelasku pun turut bersedih. Tapi aku dan teman-teman memberi semangat kepada temanku tersebut untuk kuat dan tegar melawan kanker payudara. Wali kelas kami pun memberi semangat kepada temanku tersebut untuk kuat dan tegar melawan kanker payudara. Wali kelaspun mencarikan daun sirsak untuk digunakan sebagai obat alami untuk penderita kanker payudara. Daun sirsak dipercaya dapat membunuh sel-sel kanker. Kebetulan sekali di taman sekolah kami ada pohon sirsak. Caranya adalah rebus daun sirsak dan air sampai mendidih lalu tuang ke dalam gelas. Setelah dingin minumlah air rebusan daun sirsak tersebut. Temanku tersebut rutin meminum air rebusan daun sirsak tersebut dan benjolannya kempes atau mengecil. Setelah lulus dan sibuk dengan urusannya masing-masing kami tak pernah bertemu. Karena aku kangen aku sms temanku tersebut dan aku menanyakan kabarnya. Ternyata temanku tersebut baru saja menjalani operasi pada kanker payudaranya. Cepat sembuh ya temanku. Sejak saat itu aku jadi rutin memeriksa payudaraku sendiri untuk memastikan ada benjolan atau tidak.

Gejala kanker payudara :

a.Timbul rasa nyeri pada payudara
b. Ada benjolan di sekitar payudara dan semakin lama benjolan yang tumbuh semakin membesar
c. Payudara mengalami perubahan bentuk dan ukuran karena mulai timbul pembengkakan.
d. Mulai timbul luka pada payudara dan puting susu sepeti koreng.
e. Kulit payudara menjadi berkerut
f. Keluar cairan atau darah berwarna merah dari puting susu.

Kanker payudara umumnya menyerang wanita. Namun kemungkinan kecil laki-laki juga bisa terserang penyakit kanker payudara. Untuk itu segera lakukan cek pada payudara sendiri. dan segeralah periksa dan konsultasikan kepada dokter apa yang Anda alami dan apa yang Anda keluhkan. Selain itu Anda juga dapat mencoba ramuan herbal di bawah ini :
a. Daun sirsak
Caranya yaitu 10 lembar daun sirsak direbus dengan 3 gelas air kemudian sisakan sehingga menjadi 1 gelas kemudian anda dapat meminum 2 kali setiap hari.

b.Kulit Manggis
Adanya kandungan dari buah manggis yang memiliki anti kanker, menghambat sel kanker pada payudara. Terdapat kandungan xanthone yang bermanfaat untuk kesehatan terutama untuk anda dalam menjaga kesehataan dalam membantu mencegah kanker payudara. Caranya rebus kulit manggis dengan air sampai mendidih dan tuangkan ke gelas. Tunggu sampai dingin lalu minum.

Saat saya menonton acara di televisi kok pada pakai baju pink semua dan dibaju tersebut terdapat pita pink di dada. Kebanyakan adalah kaum perempuan dan ternyata 13 Oktober ditetapkan sebagai bulan Breast Cancer Awareness atau bulan untuk memperingati kanker payudara di dunia. Maka dari itu ayo perempuan Indonesia perangi kanker payudara,lawan kanker payudara.


 Postingan ini diikutsertakan dalam giveaway #finishthefight #gopink #breastcancerawareness

 

Rumah Pelangi Template by Ipietoon Cute Blog Design and Homestay Bukit Gambang